lpmalmizan – Game Roblox kini menjadi salah satu game favorit anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Lewat tampilan yang menarik dan fitur interaktifnya, pemain bisa berkreasi, berpetualang, bahkan melakukan transaksi untuk membeli item dalam game.
Namun di balik keseruannya, muncul masalah yang sering diabaikan: transaksi tanpa sistem keamanan yang kuat. Banyak pemain, terutama anak-anak, belum memahami pentingnya perlindungan akun dan sandi saat bermain. Akibatnya, kasus kehilangan saldo, pembajakan akun, hingga pencurian data pribadi semakin sering terjadi.
Bagaimana cara aman transaksi di Roblox?
Perlu diketahui bahwasannya pada game Roblox ini bukan hanya dimainkan oleh orang dewasa saja, banyak anak anak yang juga turut memainkan game ini. Berikut adalah data penggunaan game Roblox.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh roblox, terdapat 111,8 juta pengguna harian game tersebut. Diantaranya di bawah 13 tahun 22%, diatas 13 tahun 54% dan 24% tidak diketahui umurnya. Namun data diatas belum benar benar valid karna biasanya banyak anak-anak yang merekayasa usia mereka, bahkan tak sedikit dari mereka mendaftar akun menggunakan kartu identitas milik orang tua.
Transaksi pada Roblox hanya bisa dilakukan pada usia 13 tahun keatas. Untuk usia 13 tahun kebawah belum bisa untuk melakukan transaksi, namun untuk usia dibawah 17 masih tergolong anak anak sehingga akhir-akhir ini banyak orang tua yang kehilangan saldo pada e-money mereka, tanpa adanya transaksi yang sah.
Ternyata saldo tersebut digunakan untuk top-up pada game Roblox, tanpa ada verifikasi sandi, hanya perlu menautkan email pada akun Roblox. Sedangkan banyak anak yang belum paham dengan hal transaksi pada game seperti ini, dan harga pada game tersebut pun belum bisa anak pahami karna menggunakan dolar. Sehingga ini menjadi perbincangan yang hangat di sosial media.
Selain faktor keamanan, Roblox juga membawa dampak sosial yang perlu diperhatikan. Banyak anak yang terlalu larut bermain hingga lupa waktu, bahkan menjadikan dunia virtual sebagai pelarian dari dunia nyata. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk membangun avatar, membeli item , atau mengejar status populer di dalam game.
Padahal, tanpa kontrol yang jelas, hal ini bisa menurunkan fokus belajar dan mengganggu kesehatan mental. Ketika keseruan berubah menjadi kebiasaan berlebihan, risiko kecanduan pun tidak bisa dihindari.
Namun di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa Roblox juga memiliki sisi positif. Platform ini memberi ruang besar bagi kreativitas anak-anak untuk belajar membuat dunia mereka sendiri. Banyak pemain muda yang mulai mengenal dasar pemrograman dan desain melalui fitur Roblox Studio. Artinya, jika digunakan dengan bimbingan yang tepat, Roblox justru bisa menjadi sarana pembelajaran yang modern dan menyenangkan.
Banyak hal bisa terjadi pada zaman yang sudah canggih pada saat ini, sehingga orang tua harus lebih waspada mengawasi dan cek berkala gadget anak. Sehingga anak bisa enjoy bermain, tanpa merasa khawatir orang tua akan kehilangan saldo dan ketergantungan anak pada gadget.
Hal seperti ini juga bisa dihindari tanpa harus menghapus game Roblox yaitu dengan cara, gunakan sandi yang kuat dan unik lalu aktifkan verifikasi 2 langkah (2FA), jangan pernah bagikan informasi atau kode verifikasi untuk transaksi di perangkat, aktifkan pin atau otentikasi biometric di pengaturan perangkat. Untuk para orang tua bisa aktifkan notifikasi dan batas pengeluaran bulanan untuk anak-anak.
Penulis: Alisha Zulfa Salsabila
Editor: Atika Puspita Rini.






