lpmalmizan – Puluhan Calon Anggota Baru (CAB) LPM Al-Mizan mengikuti kegiatan Diklat Jurnalistik Dasar (DJD) di Sanggar Pramuka Karanganyar. Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu (21-22/9/24). Selama kegiatan, peserta DJD menerima empat materi dasar berkaitan dengan Pers Mahasiswa.
“Kegiatan DJD ini kami fokuskan untuk pengenalan awal Pers Mahasiswa, empat materi dasar terkait Persma kami siapkan dengan narasumber yang berpengalaman dibidangnya,” jelas Dewi Lutfiyani selaku Pimpinan Umum LPM Al-Mizan.
DJD merupakan salah satu tahap pengkaderan awal yang ada di LPM Al-Mizan. Sebelum secara resmi bergabung menjadi anggota, CAB harus mengikuti beberapa tahap pengkaderan lainnya.
Menurut Dewi, keempat materi yang disampaikan pada DJD harus dipahami CAB sebagai langkah awal masuk kedalam dunia Pers Mahasiswa.
“Kejurnalistikan, ke-PPMI-an, keorganisasian, dan kesusastraan adalah empat materi dasar yang harus dipahami CAB sebelum nantinya resmi menjadi anggota LPM Al-Mizan dan jauh mengenal dunia Pers Mahasiswa,” tutur Dewi.
Dewi menambahkan, dengan mengusung tema “Jurnalis Muda, Pena Masa Depan Dunia” kegiatan DJD diharapkan mampu menjadi sarana bagi mahasiswa yang tertarik di bidang jurnalistik untuk lebih semangat lagi belajar menjadi jurnalis.
“Harapannya lewat DJD ini mampu menjadi sarana bagi mahasiswa yang tertarik di bidang jurnalistik untuk lebih semangat lagi belajar menulis dan menjadi seorang jurnalis.” Pungkas Dewi.
Selain mendapat materi, peserta DJD juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada malam hari. Setelah FGD selesai, peserta bergantian untuk memeriahkan malam inagurasi.
Riska Yuliani, salah satu peserta DJD mengatakan jika dirinya merasa senang karena dapat belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman.
“Senang sih, karena disini aku dan temen-temen diajari langsung oleh narasumber yang sudah berpengalaman. Mereka sharing pengetahuan dan aku sendiri jadi tambah semangat buat belajar lebih gitu,” kata Riska.
Dari empat materi yang disampaikan, materi ke-PPMI-an menjadi materi yang paling menarik menurut Riska. Menurutnya, lewat PPMI, Pers Mahasiswa seluruh Indonesia dapat saling mengenal dan bekerjasama lewat berbagai kegiatan.
“Menurutku si tadi materi ke-PPMI-an sangat menarik ya. Ternyata Pers Mahasiswa seluas itu dan LPM Al-Mizan sudah menjadi bagian didalamnya. Lewat PPMI aku rasa Pers Mahasiswa seluruh Indonesia dapat saling mengenal dan bekerjasama lewat berbagai kegiatan,” tutur Riska.
Penulis: Dina Fitriana






