• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Nguri-uri Budaya Macapat Melalui Teather

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
7 April 2018
in Agenda
0
Budaya Macapat

Dok.Pribadi Cupman

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Perkembangan digital semakin meningkat, kemajuan teknologi juga kian pesat tapi amat disayangkan kebudayaan dan adat istiadat semakin luntur di kalangan tunas bangsa. Banyak dari mereka yang menganggap bahwa kebudayaan kita -khususnya kebudayaan Jawa- bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal sebenarnya didalamnya itu terdapat nilai-nilai luhur yang amat erat kaitannya dengan ajaran Islam. Berangkat dari hal demikianlah ada segelintir orang yang amat giat dalam mengikrarkan kembali kebudayaan yang kian hari kian hangus dari pandangan masyarakat. Salah satunya adalah para seniman dari Salatiga yang tergabung dalam Teather Ruang Hening. Mereka dengan penuh semangat mengadakan pentas ke berbagai wilayah, baik itu ke kampus-kampus, masyarakat maupun ke sekolah-sekolah.

“Sejauh ini kita sudah ke beberapa daerah, bulan lalu kita tampil di Semarang. Kalo untuk kampus kita udah ke beberapa kampus, seperti di UPGRIS, POLTEKES, dan IAIN Pekalongan ini. Untuk terjun ke sekolah inshaaAllah akan kami laksanakan dua bulan yang akan dating,” papar Pandi selaku salah satu aktor dalam pentas tersebut.

Sabtu (10/3/2018) menjadi malam yang dinantikan oleh calon penonton Pentas Tiban Teather Ruang Hening yang diselenggarakan di auditorium kampus utama IAIN Pekalongan. Pentas yang digelar selama tiga jam itu mampu memikat perhatian semua awak yang menyaksikan.

“Kalo yang aku tangkap itu pentasnya menampilkan tentang Macapat Mijil, Asmaradhana sama Megatruh. Yang paling mengena banget itu yang Megatruh soalnya itu kan ceritanya tentang kematian, pembawaannya bener-bener menjiwai dan bikin merinding,” pungkas Uswatun, mahasiswa jurusan Ekonomi Syari’ah yang turut menjadi penonton pada pentas malam itu.

Melalui pentas teather inilah para seniman berharap agar kecintaan masyarakat terhadap budaya dapat kembali merekah seperti sedia kala. Pandi mengutarakan bahwa biasanya mereka menampilkan konsep monolog sebagaimana pada dua pentas awal, yaitu lakon mijil yang menceritakan kisah kelahiran baru dan asmaradhana yang mengisahkan perihal menanam harapan yang diperankan oleh Sutrisno (salah satu aktor yang usianya delapan tahunan) sebagaimana pada dua pentas sebelumnya. Namun jika dapat berkolaborasi dengan aktor dari pihak yang diajak kerja sama maka mereka akan menampilkan lebih dari dua pentas, seperti yang ditampilkan di malam minggu kemarin.

Tentu para pemain membutuhkan persiapan yang sangat matang agar mampu berperan maksimal, sebab penjiwaan itu tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa ada penghayatan. Oleh karena itu mereka berlatih selama tujuh bulan sebelum pementasan. Latihan tujuh bulan ini ditujukan untuk pentas yang monolog, sedangkan pentas yang diadakan secara kolaborasi mereka berlatih dua hari sebelum pentas. Hal ini disebabkan waktu lobying yang dilakukan pihak Teather Hening kepada pihak yang diajak kerjasama tidak terlalu lama dengan waktu pementasan.

ArtikelTerkait

Melalui Komite Seni Tradisi, Dewan Kesenian dan Budaya Pekalongan Gelar Pementasan Reog Batik

Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

Ipank PWO Kupas Metode Penulisan Skenario Film Bersama Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan

“Kalo yang latihan gabungan buat megatruh itu cuma dua hari sebelum pentas dan mereka juga langsung nunjuk aktor-aktornya tanpa casting. Seperti saya yang ditunjuk untuk memerankan ibu pertiwi yang di situ seperti orang gila. Mungin karena sudah bisa memahami pantasnya kita diletakkan dimana lewat raut wajah kita ya,” Papar Aisyah, salah satu pemain yang berasal dari Teather Zenith IAIN Pekalongan.

Waktu yang cukup singkat itu tidak lantas mengurangi citra keindahan dan totalitas dalam pentas. Para pemain memerankan masing-masing jobnya dengan profesionalitas yang tinggi. Mereka mampu menyemai makna yang mendalam kepada penonton agar dapat terbawa suasana. Para penonton diajak turut merasakan apa yang dikisahkan dalam pentas. Pada dasarnya pesan yang syarat didalam pentas tersebut adalah agar penonton terketuk hatinya untuk kembali mengingat budaya yang sudah langka. Serta bagaimana kita sebagai generasi muda dapat melestarikan budaya-budaya tersebut.

Selain itu, didalam cerita yang ditampilkan, penonton juga diajak untuk meresapi bagaimana keadaan ibu pertiwi di hari ini. Merasakan pedih yang sangat menyiksa bumi pertiwi sebab anak-anak bangsa yang semakin hari semakin diambang kelalaian.

Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

LPM Al-Mizan Gelar Pekan Orientasi Jurnalistik, Resmi Kukuhkan Anggota Baru

LPM Al-Mizan Gelar Pekan Orientasi Jurnalistik, Resmi Kukuhkan Anggota Baru

26 November 2025
Tahap Awal Pengkaderan, LPM Al-Mizan Adakan Diklat Jurnalistik Dasar

Tahap Awal Pengkaderan, LPM Al-Mizan Adakan Diklat Jurnalistik Dasar

17 Oktober 2025
Kantongi Bekal Jurnalistik Tingkat Lanjut, Anggota Magang LPM Al-Mizan Ikuti Intermediate 2025

Kantongi Bekal Jurnalistik Tingkat Lanjut, Anggota Magang LPM Al-Mizan Ikuti Intermediate 2025

15 Mei 2025
Turut Meriahkan Ramadhan di UIN Gus Dur, LPM Al-Mizan Gelar Ngaji Jurnalistik

Turut Meriahkan Ramadhan di UIN Gus Dur, LPM Al-Mizan Gelar Ngaji Jurnalistik

29 Maret 2025
Puluhan Calon Anggota Baru LPM Al-Mizan Ikuti Kegiatan Diklat Jurnalistik Dasar

Puluhan Calon Anggota Baru LPM Al-Mizan Ikuti Kegiatan Diklat Jurnalistik Dasar

9 Januari 2025
Lahirkan Jurnalis Berkredibilitas, LPM Al-Mizan Adakan Pekan Orientasi Jurnalistik

Lahirkan Jurnalis Berkredibilitas, LPM Al-Mizan Adakan Pekan Orientasi Jurnalistik

4 Desember 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In