• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Filosofi Sesaji di Atas Panggung Teater

Desi Rahmawati Agustin by Desi Rahmawati Agustin
28 Oktober 2025
in Feature
0
Filosofi Sesaji di Atas Panggung Teater

Foto: Aisyah Khairina

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Setelah cukup lama vakum, Wonokerto Teater (WOT) bersama generasi muda setempat akhirnya kembali menggelar pementasan teatrikal puisi bertajuk “Donga Sesaji”, Sabtu (25/10). Pementasan ini menjadi langkah untuk menumbuhkan kembali minat terhadap kebudayaan sekaligus upaya meluruskan makna “sesaji” yang selama ini kerap disalah artikan dan mengalami degradasi makna di masyarakat.

Tak bisa dipungkiri, sebagian besar masyarakat masih mengaitkan kata “sesaji” dengan hal mistik, bahkan dianggap dekat dengan kesyirikan. Pemahaman semacam itu, menurut para anggota teater serta pengamat budaya yang hadir, merupakan bentuk degradasi makna.

Tradisi kini sering dipandang hanya dari kacamata rasional dan ilmiah, hingga melupakan sisi spiritual dan filosofisnya. Melalui pementasan ini, para aktor mencoba mengajak penonton memahami bahwa sesaji sejatinya adalah perwujudan doa dan rasa syukur kepada Sang Hyang, Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, sesaji juga menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap alam, karena di dalamnya terkandung empat pilar utama: gotong royong, swadaya, budaya, dan tradisi.

Salah satu budayawan yang hadir, Pak Ribut, menjelaskan bahwa dalam istilah Jawa, sesaji merupakan laku doa yang diekspresikan melalui tanda dan simbol. Makanan, bunga, minuman, dan perlengkapan lainnya bukan sekadar benda pelengkap, tetapi menjadi wujud nyata rasa syukur dan harapan.

Sayangnya, dalam bahasa Indonesia, makna ‘sajen’ yang kemudian menjadi ‘sesaji’ sudah kehilangan ruhnya (nilai filosofisnya). Hanya dipahami sebagai perlengkapan upacara. Kenyataannya, jika melihat lebih dalam, memuat sarat akan filosofis kehidupan.

Lebih lanjut, masyarakat Jawa sejak dahulu tidak mengenal doa yang bersifat egosentris (mementingkan diri sendiri). Bagi mereka, doa selalu bersifat kolektif. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama dan alam semesta. Pak Ribut menyinggung pula penyebab mengapa pengetahuan lokal sering dianggap tidak ilmiah, yakni karena telah kehilangan ‘kitab’. Maksudnya, banyak dokumen sejarah dan naskah budaya yang telah hilang, sementara minat membaca dan menelusuri akar budaya kian menurun.

ArtikelTerkait

Puluhan Umat Buddha Khidmat Rayakan Tri-Suci Waisak di Vihara Bodhi Dharma

Tradisi Pengantin Tebu dan Pengantin Glepung Meriahkan Selamatan Giling PG Sragi

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Makna inilah yang coba dihidupkan kembali di atas panggung. Kisah dalam ‘Donga Sesaji’ diangkat dari kehidupan masyarakat pesisir Pekalongan, khususnya Wonokerto, tempat di mana ombak tak hanya dimaknai sebagai hiburan, tetapi juga sumber harapan. Laut bukan sekadar bentang biru yang luas, melainkan ladang penghidupan bagi para nelayan. Setiap fajar, mereka berangkat bersama, bergotong royong menerjang ombak dengan niat yang sama: menafkahi keluarga.

Acara ditutup dengan sarasehan budaya yang mempertemukan penonton, pegiat seni, dan budayawan untuk berdiskusi tentang peran tradisi di era modern. Lewat Donga Sesaji, Wonokerto Teater, tak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menghadirkan pesan spiritual bahwa doa sejatinya bisa dihidupkan melalui tindakan, kebersamaan, dan simbol-simbol budaya.

Melalui pementasan ini, Wonokerto Teater berusaha mengajak generasi muda memahami kembali nilai-nilai budaya lokal yang sarat makna. Sekaligus menjadi kritik halus terhadap pandangan modern yang acapkali menilai pengetahuan tradisional sebagai sesuatu yang tak ilmiah.

 

Penulis: Desi Rahmawati Agustin

Editor: Atika Puspita Rini.

Tags: #LPM Al Mizanpekalonganteaterwonokerto
Desi Rahmawati Agustin

Desi Rahmawati Agustin

Related Posts

Anak yang Mengetuk Pintu Keadilan: Kisah Sunyi di Ruang PPA Saat 16 HAKTP Berlalu Tanpa Suara

Anak yang Mengetuk Pintu Keadilan: Kisah Sunyi di Ruang PPA Saat 16 HAKTP Berlalu Tanpa Suara

11 Desember 2025
Kampanye Tanpa Disengaja: Banjarejo Menghadapi Gelombang Kekerasan Rumah Tangga

Kampanye Tanpa Disengaja: Banjarejo Menghadapi Gelombang Kekerasan Rumah Tangga

11 Desember 2025
Momen Wisuda UIN Gus Dur Jadi Ladang Rezeki Pelaku UMKM

Momen Wisuda UIN Gus Dur Jadi Ladang Rezeki Pelaku UMKM

5 Mei 2025
Foto by: Muhammad Khasanul Huda

Pasar Batang: Menyelam Perubahan dan Interaksi Masyarakat di Pasar Tradisional

2 Desember 2023
Mafia Jurnal yang Menulis untuk Jalan-Jalan

Mafia Jurnal yang Menulis untuk Jalan-Jalan

18 Oktober 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In