• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Bibit Koruptor di Perguruan Tinggi

Alifah Marwa by Alifah Marwa
11 Januari 2024
in Analisis, Opini
0
Ilustrasi by: Solopos.com

Ilustrasi by: Solopos.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Dalam dunia perkuliahan kerap kali kita menyaksikan berbagai aksi anti korupsi yang digelar oleh organisasi mahasiswa. Aksi tersebut seperti seminar anti korupsi, Focus Group Discussion (FGD), atau bahkan melakukan aksi demo di depan gedung DPR. Mereka berkoar-koar menuntut para koruptor turun dari jabatnnya dan diadili secara hukum. Namun disadari atau tidak banyak dari mahasiswa melakukan praktik korupsi kecil di dalam perkuliahan. Hal tersebut terdengar sangat ironi namun memang nyata adanya.

Terdapat berbagai praktik yang mengarah ke tindakan korupsi yang dilakukan mahasiswa salah satunya monyontek. Perilaku ini tentunya akan merugikan kedua belah pihak, pihak pertama yakni si penyontek akan kehilangan kepercayaan diri atas kemampuan yang dimilikinya sebab mengandalkan jawaban orang lain. Sementara orang yang diconteki akan merasa dirugikan karena hasil dari usaha belajarnya  yang mungkin saja mengorbankan waktu bermainnya berkurang malah ditiru orang lain. Masih banyak lagi dampak negatif dari tindakan curang tersebut.

Selain menyontek terdapat pula tindakan mahasiswa sebagai bibit koruptor seperti plagiat karya orang lain, joki tugas, titip absen teman sekelasnya, gratifikasi kepada dosen, dan mungkin masih banyak lagi. Tindakan tersebut tentu akan mencederai nilai integritas seseorang. Pribadi yang berintegritas tidak akan mau melakukan tindakan kotor berupa korupsi. Ia akan tetap mematuhi peraturan yang ada dan menjunjung nilai kejujuran.

Motif dari perilaku curang tersebut karena si pelaku merasa tidak mampu mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga ia menghalalkan segala cara demi menggapai tujuan tersebut. Perilaku tersebut melanggar norma susila yang ada di dalam hati nurani seseorang. Sebelum seseorang memutuskan untuk berbuat curang, suara kebenaran dalam hatinya sudah memperingatkan untuk tidak melanggar suatu kebenaran. Akan tetapi karena ambisi untuk mencapai tujuan tersebut begitu besar, ia melanggar apa yang dianggap benar oleh hatinya.

Bibit-bibit koruptor ini apabila dibiarkan begitu saja akan membahayakan masa depan negara. Karena generasi merekalah yang nantinya akan mengemban tugas sebagai pemimpin bangsa. Masih duduk di bangku perkuliahan saja sudah banyak melakukan kecurangan dan menghalakan segala cara untuk mencapai apa yang ditargetkan apalagi jika sudah menjabat di suatu lembaga mungkin lebih tinggi lagi tingkat kecurangannya. Untuk itu perlu adanya pendidikan anti korupsi yang tidak hanya dipelajari secara teori saja. Akan tetapi perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari website unib.ac.id Alexander Marwata, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia mengungkapkan empat harapan peran akademisi dan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pertama, perguruan tinggi menjadi poros dalam inovasi dan riset, dalam arti kampus diharapkan sebagai pusat penelitian, data, dan beragam kajian anti korupsi. Kedua, perguruan tinggi menjadi Pool of Expert dengan menjadikan kampus sebagai rumah bagi para ahli untuk berpartisipasi sesuai dengan keilmuannya dalam penyelesaian perkara tindak pidana korupsi. Ketiga, diharapkan menjadi pusat pengajaran anti korupsi dengan berperan aktif dalam upaya penyebaran nilai-nilai anti korupsi. Keempat, kampus diharapkan menjadi pusat pergerakan anti korupsi dengan mengembangkan budaya akademik sebagai basis gerakan anti korupsi.

ArtikelTerkait

Kampus: Gudang Ilmu atau Pabrik Ijazah? Sebuah Refleksi Kritis

Darurat Pelecehan Seksual Di Kampus

Usai Pementasan Keliling, UKM Zenith Gelar Malam Puncak di IAIN Pekalongan

KPK merilis sembilan nilai integritas yang bisa mencegah terjadinya tindak korupsi. Kesembilan nilai itu adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Nilai tersebut apabila diterapkan dengan baik akan meningkatkan jumlah orang berintegritas di Indonesia. Dengan demikian tingkat koruptor di negeri ini dapat diminimalisir.

Penulis: Alifah Marwa

Editor: Nela Salamah

Tags: kampusKorupsiperguran tinggi
Alifah Marwa

Alifah Marwa

Related Posts

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

24 Agustus 2026
Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

23 Agustus 2026
Ketika Gelar Sarjana Kehilangan Daya Tawarnya

Ketika Gelar Sarjana Kehilangan Daya Tawarnya

23 Agustus 2026
Belajar Stoa dari Panggung Stand-Up Comedy

Belajar Stoa dari Panggung Stand-Up Comedy

20 Agustus 2026
Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

14 Agustus 2026
Menemukan Diri di Setiap Langkah: Menelusuri Makna Perjalanan dalam Arah Langkah

Menemukan Diri di Setiap Langkah: Menelusuri Makna Perjalanan dalam Arah Langkah

12 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In