• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Bendung Radikalisme, DEMA FUAD Gelar Seminar Nasional

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
12 November 2018
in Agenda, Berita, Kampusiana
0
Bendung Radikalisme, DEMA FUAD Gelar Seminar Nasional
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan.com– Dewan eksekutif mahasiswa fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (DEMA FUAD) gelar Seminar Nasional dengan mendatangkan Wahfiudin Sakam (Mudir Aam JATMAN), Marlinda Irwanti Poernomo (DPR RI Komisi X), Caswiono Rusdy Cakrawangsa mewakili Yaqut Cholil Qoumas PP..GP.Ansor yang berhalangan hadir. Acara tersebut merupakan rangkaian dari Kongres AMDIN (Asosisai Mahasiswa Dakwah Indonesia) (8/10/2018).

Acara bertempat di Auditorium IAIN Pekalongan dengan melibatkan perwakilan peserta dari seluruh mahasiswa dakwah se-Indonesia.
Dengan mengusung tema ‘Radikalisme dan Politik : Peran dakwah sebagai penangkal Isu Sara dalam menjaga kebhinekaan,’ Wahfiudin Sakam selaku pemateri pertama memaparkan awal munculnya radikalisme. Dalam pemaparanya, Wahfiudin menjelaskan terlebih dahulu tentang sejarah radikalisme.


Radikalisme berasal dari istilah Latin, radix yang artinya akar. Sedangkan awal mula munculnya radikalisme adalah di Inggris, pada penghujung abad 18 dan awal abad 19. Hal ini dilatar belakangi oleh berkembangnya agama Protestan di Eropa hingga Katolik merasa terancam. Semua kelompok Protestan dikejar, dan diusir. Maka terjadilah eksekusi besar-besaran atas kelompok protestan.


Lebih lanjut, Wahfiudin juga memaparkan sejarah radikalisme di Indonesia. Indonesia membentuk BPUPKI (Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada Mei 1945. Pada saat itulah terjadi pertempuran Ide. Masing-masing mempunyai ide berbeda untuk merumuskan ideologi yang sesuai dengan Indonesia. Melalui banyak pertimbangan, maka terbentuklah ideologi pancasila sampai detik ini.


Namun sayangnya, sampai saat ini masih banyak sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi bangsa Indonesia. “Maka jangan heran jika orang putus sekolah banyak yang terpapar radikalisme. Mereka tidak tahu bagaimana susah payahnya mempertahankan NKRI,” ujar Wahfiudin ditengah-tengah pemaparannya.


Marlinda Irwanti Poernomo, anggota DPR sekaligus alumnus UIN Syarif Hidayatullloh Jakarta menambahkan bahwa di era revolusi industri 4.0 jumlah pengguna internet semakin bertambah. Dari sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia, 137 juta jiwa adalah pengguna internet. Dimana pengguna terbanyak adalah kaum millenial. Dengan kemudahan akses internet penyebaran hoax semakin merajalela.

“Dalam satu menit berita-berita entah itu berita bohong atau berita benar, ada 9 juta konten tersebar,” tukas Marlinda dihadapan seluruh peserta seminar.


Masih dalam acara yang sama, Caswiono Rusdy Cakrawangsa selaku wakil Sekretaris Jendral PP.GP.Ansor pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, radikalisme menyasar pada kaum milenial, umumnya adalah kaum terpelajar. Maka dari itu, mahasiswa sebagai agen of change harus bisa menjadi garda terdepan dalam melawan radikalisme.


Disinilah peran dakwah seharusnya diperhitungkan. Dakwah harus mulai bergeser pada visualisasi. Dimana metode dakwah bukan hanya dengan ceramah, melainkan diajak untuk mengalami dan merasakan suatu kejadian. Sebab orang akan lebih terpengaruh pada apa yang mereka alami dan mereka rasakan.


Untuk menutup acara seminar, Wahfiudin Sakam kembali mengingatkan peserta agar tidak terputus dengan Allah. Baik secara personal secara komunal dalam membuat keputusan dalam hidup. Jika hal itu terjadi, maka manusia akan mengalami kesusahan. Maka dari itu libatkanlah Allah.


Selepas seminar, Dewi mahasiswa Psikologi IAIN Pontianak mengaku sangat senang dapat terlibat langsung dalam seminar nasional. “Kalau dikampus kan banyak organisasi-organiasi berpaham radikal, jadi bagus sih untuk menangkal pemahaman radikal itu.”

Setali tiga uang dengan Dewi, Indah mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Banten pun ingin membagikan ilmu yang ia dapat dari seminar nasional tersebut.

ArtikelTerkait

Presiden Jancukers Batal Tampil, Ketua HMJ HKI Putar Otak

Tags: AMDINKongresAMDINseminarnasional
Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

11 Juli 2026
Dorong Penghijauan Kampus di UIN Gus Dur, Menteri Agama Berikan Pembinaan Ekoteologi

Dorong Penghijauan Kampus di UIN Gus Dur, Menteri Agama Berikan Pembinaan Ekoteologi

28 Juni 2026
Menteri Agama Resmikan Laboratorium Terpadu, UIN Gus Dur Perkuat Fasilitas Akademik

Menteri Agama Resmikan Laboratorium Terpadu, UIN Gus Dur Perkuat Fasilitas Akademik

28 Juni 2026
Aliansi Pemalang Gelar Aksi Damai di Simpang City Walk Pemalang, Suarakan Lima Tuntutan

Aliansi Pemalang Gelar Aksi Damai di Simpang City Walk Pemalang, Suarakan Lima Tuntutan

24 Juni 2026
Tanggapi Tuntutan Aksi, Pemkab Pekalongan Upayakan Tuntutan Sampai ke Pemerintahan Pusat

Tanggapi Tuntutan Aksi, Pemkab Pekalongan Upayakan Tuntutan Sampai ke Pemerintahan Pusat

19 Juni 2026
Melalui Komite Seni Tradisi, Dewan Kesenian dan Budaya Pekalongan Gelar Pementasan Reog Batik

Melalui Komite Seni Tradisi, Dewan Kesenian dan Budaya Pekalongan Gelar Pementasan Reog Batik

13 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In