lpmalmizan – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gajah Mada 2025-2026, Tiyo Ardianto, menitipkan mahasiswa Pekalongan kepada Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, agar dilindungi dan dijamin keamanannya saat melakukan demonstrasi. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Kelas Nyengkuyung Aspirasi yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Sabtu (11/4).
Dalam forum tersebut, Tiyo menegaskan pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat di ruang publik. Ia juga mengingatkan agar aksi demonstrasi tetap dilakukan secara tertib tanpa merusak fasilitas negara.
“Pak Sukirman, saya titip teman-teman mahasiswa Pekalongan mohon dilindungi, mohon dijamin keamanannya ketika demonstrasi, dan ukuran demonstrasi kita adalah tidak menghancurkan fasilitas negara,” ujarnya.
Kegiatan bertema “MBG di Persimpangan Opini Publik: Antara Harapan dan Kritikan di Media Sosial dan Realita” menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sukirman (Plt. Bupati Pekalongan), Ali Jahirin (DPRD Kabupaten Pekalongan), Tiyo Ardianto (Ketus BEM UGM tahun 2025), Azlan Syah Putra (Aktivis Buruh), Asep Suraya (Pengamat Sosial), dan Yusril Bariki (Akademisi).
Diskusi turut membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo sebagai upaya menekan angka stunting. Namun, Tiyo menilai sejak awal program tersebut belum disusun secara matang dan cenderung tidak tepat sasaran.
“MBG sejak kampanye disampaikan untuk mengentaskan stunting. Saya uraikan, stunting kita itu 19 persen, tapi kenapa yang dikasih MBG itu 100 persen?” ungkapnya.
Pembahasan juga menyoroti pelaksanaan MBG yang dinilai belum merata di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Menanggapi hal tersebut, Sukirman menyatakan pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan guna memastikan program berjalan tepat sasaran, menjaga kualitas, serta mendorong pergerakan ekonomi. Ia juga menegaskan bahwa masukan dan kritik akan dijadikan bahan evaluasi ke depan.
Sukirman menambahkan akan membangun pola komunikasi yang terbuka dengan masyarakat maupun kelompok kritis serta tidak alergi terhadap kritik sebagai bentuk kepedulian publik.
Penulis: Riska Yuliyanti
Tim liputan: Riska, Muslimah, Syahdan
Editor: Sausan Zahra






