lpmalmizan – “P info loker.” Celetukan ini banyak dilontarkan mahasiswa selama masa-masa libur semester. Umumnya, libur semester menghabiskan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan, tergantung kondisi dan kebijakan setiap kampus. Waktu liburan yang panjang ini membuat mahasiswa cenderung menganggur. Namun tidak semua mahasiswa merasakan hari-hari yang lesu akibat menganggur, beberapa diantaranya sudah memiliki pekerjaan sampingan atau rencana magang, sehingga waktu libur dapat terisi dengan baik.
Persoalan yang dihadapi mahasiswa ketika liburan, tidak hanya berupa waktu kosong yang berlimpah, namun mahasiswa juga harus merasakan sulitnya pemasukan. Karena beberapa orang tua memilih untuk tidak memberikan uang saku kepada anaknya ketika liburan. Kondisi ini semakin mendesak mahasiswa untuk mencari peluang kerja selama masa libur.
Libur semester memang sudah seharusnya diisi dengan kegiatan yang positif. Mahasiswa sejatinya diberikan waktu yang panjang selama liburan guna mengasah skill dan kemampuan yang dimiliki tanpa terganggu dengan aktifitas akademik dalam perkuliahan. Jadi, liburan merupakan momentum yang tepat untuk mengembangkan potensi diri.
Jika selama masa aktif kuliah mahasiswa fokus menjalankan berbagai tuntutan akademik, maka libur kuliah harus dimanfaatkan untuk fokus meningkatkan keterampilan yang ada dalam diri secara personal. Baik melalui program magang, melamar pekerjaan sampingan, atau mencoba untuk membangun bisnis kecil-kecilan.
Memang, perasaan aneh seperti merasa kesepian, tertinggal dari yang lain, atau merasa stuck di zona nyaman terkadang muncul ketika liburan datang. Kondisi ini merupakan hal yang wajar dialami mahasiswa ketika berada dalam masa transisi dari aktifitas sehari-hari di perkuliahan dengan aktifitas di rumah selama libur panjang.
Pergantian siklus aktifitas harian mahasiswa harus diimbangi dengan kemampuan beradaptasi yang baik. Alih-alih menghindar dan merasa tidak berdaya dengan situasi yang terjadi, mahasiswa justru harus melihat libur panjang ini sebagai titik balik untuk membuka kesempatan dan peluang pengembangan diri. Dikutip dari RRI.co.id, untuk menghadapi berbagai macam situasi pekerjaan/kehidupan kita perlu menanamkan agile mindset yang melahirkan kemampuan beradaptasi. Pikirkan apa manfaat yang bisa diraih dari sini (be curious) dan jangan ragu untuk mengambil peran.
Kemampuan beradaptasi ini penting untuk dimiliki oleh mahasiswa. Di tengah situasi disrupsi yang begitu pesat, mahasiswa perlu mengembangkan seluruh potensi diri yang dimiliki seluas-luasnya. Mengingat waktu perkuliahan yang padat membuat mahasiswa terbatas dalam mengeksplorasi diri, sehingga liburan menjadi saat yang pas untuk melakukan itu. Dengan mengekspolari banyak hal, maka akan timbul banyak peluang yang dapat digunakan untuk menunjang karir mahasiswa di masa depan.
Mengisi waktu libur dengan bekerja dapat mendatangkan beragam keuntungan bagi mahasiswa. Pekerjaan sampingan maupun usaha kecil-kecilan mampu meningkatkan daya berfikir dan soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Dikutip dari laman stiestekom.ac.id, soft skill yang diperlukan dalam dunia kerja modern saat ini diantaranya skill komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, kecerdasan emosional, kreativitas dan inovasi, kemampuan adaptasi, serta manajemen waktu.
Padahal hampir semua skill diatas tidak dapat dipelajari di bangku perkuliahan. Beberapa mungkin hanya dapat digali melalui organisasi atau pengalaman bekerja dan magang. Sehingga, penting bagi mahasiswa untuk memperlebar jangkauan pengalamannya dengan bekerja, magang maupun berorganisasi.
Dengan pengalaman bekerja selama liburan, mahasiswa sudah mengantongi bekal skill yang dibutuhkan untuk prospek karirnya di masa yang akan datang. Selain itu, pekerjaan sampingan maupaun bisnis kecil-kecilan yang dilakukan dalam masa libur semester berpotensi untuk menjadi pekerjaan tetap atau bisnis yang besar jika dikerjakan dengan sepenuh hati, semangat, dan tekad yang kuat.
Penulis: Sausan Zahra
Editor: Achmad Bagas Pranata






