Muhlisin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama sampaikan lima poin penting dalam Sidang Raya Ormawa UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) di Aula Gedung Fakultas Syariah, Sabtu (15/02).
Dalam sambutannya beliau mengatakan lima poin penting yang harus dilakukan oleh para pengurus Ormawa periode 2025. Yang pertama mengevaluasi program-program masa lalu yang belum optimal, di mana dari evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi.
Yang kedua, sinkronisasi, baik secara internal organisasi maupun dengan SEMA, DEMA, UKM, dan UKK lain, termasuk sinkronisasi dengan visi dan misi UIN Gus Dur. Tahun 2025 setiap Ormawa diminta untuk bisa menargetkan berapa piala yang hendak didapatkan.
Ketiga, peningkatan kolaborasi antar Ormawa baik internal maupun eksternal kampus. Keempat, membuat dan melaksanakan perencanaan yang baik.
“Terkait dengan implementasi program nanti tolong betul-betul dikawal. Tugas para ketua organisasi adalah mengawal ini semua dan program itu langsung dibuat schedule,” tegasnya.
Kelima, strategi penguatan kelembagaan dan kontribusi organisasi untuk kepentingan kemajuan kampus. Setiap pengurus Ormawa dihimbau untuk mem-branding Ormawa dengan baik.
Sidang Raya tahun ini mengusung tema “Sinkronisasi Program Kerja guna Pengoptimalan Pemerintahan Mahasiswa Menuju UIN Gus Dur yang Unggul” dengan tujuan membangun kontribusi aktif dalam pengembangan UIN Gus Dur agar sesuai Visi Misi.
“Dibutuhkan sekali sinergitas yang mana sinergitas ini bisa membangun dan bisa lebih kontribusi aktif secara positif untuk pengembangan kampus kita ini,” ungkap M. Ali Febriansyah selaku ketua SEMA-U.
Penulis: Muslimah
Editor: Ika Amiliya Nurhidayah
Tim Liputan: Muslimah






