• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Asimetris, Menggugah Kepekaan Mahasiswa kepada Lingkungan

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
21 Desember 2021
in Esai
0
Asimetris, Menggugah Kepekaan Mahasiswa kepada Lingkungan

By: Surya Malang-Tribunnews.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Pada era digital saat ini, film menjadi hiburan yang wajib bagi semua kalangan. Baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Film yang dijajakan oleh rumah produksi kebanyakan memang menjual cerita-cerita yang sedang digemari masyarakat agar segmentasinya tepat sehingga laku di pasaran. Film umum akan berbeda dengan film dokumenter. Film dokumenter akan mengambil cerita khusus, bukan untuk menarik penonton sebanyak mungkin akan tetapi guna mempertontonkan kejadian real yang ada di lapangan. Misalnya, film asimetris.

Asimetris adalah film dokumenter yang diproduksi oleh Watchdoc–Ekspedisi Indonesia Biru yang mengangkat fakta lapangan di Kalimantan terkait bencana kabut asap. Film ini menceritakan bagaimana masyarakat Kalimantan yang menjadi korban komoditas utama ekspor Indonesia yaitu kelapa sawit. Dapat dilihat dari fil tersebut, baik dari segi  lingkungan, ekonomi, hingga keadaan warga yang terpapar dampak adanya perluasan wilayah pertumbuhan kelapa sawit tersebut.

Menanggapi hal ini, mahasiswa IAIN Pekalongan diprakarsai oleh LPM Al-Mizan dan UKM Gemalawa mengadakan nonton bareng (baca: nobar) dan diskusi film asimetris di Auditorium IAIN Pekalongan pada Sabtu malam (31/3). Nobar tidak hanya diikuti mahasiswa umum namun juga KPOP (Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda) cabang Pekalongan.

Salah satu anggota KPOP mengatakan bahwa Asimetris ini gambaran liberalisasi modal. Keberpihakan pemerintah adalah kepada pemilik modal, bukan kepada warga. Selain itu pemerintah juga tidak bisa mengontrol perdagangan atau pasar. Dengan isu nasional yang semacam ini, seyogiyanya mahasiswa mejadi tergugah kepada isu-isu lokal khususnya terkait lingkungan. Bagaimana mahasiswa jaman sekarang menyikapi pembangunan PLTU di Batang dan PLTB di Purwokerto? Sudahkah kita melek akan dampak pembangunan pemerintah? Atau minimal rob yang acap kali datang di Pekalongan?

Salah satu analisa dari anggota SMI (Serikat Mahasiswa Indonesia) dalam diskusi tersebut adalah bahwa fakta yang ada, Kalimantan bisa jadi korban dari pemetaan wilayah Indonesia. Jawa yang digadang-gadang sebagai Kota Industri pun sudah nampak akibatnya, seperti pembangunan pabrik semen di Rembang, NYIA (New Yogyakarta International Airport) di Kulon Progo, PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Batang dan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bumi) di Purwokerto. Tidak melulu jauh ke sana, Pekalongan dengan tradisi robnya juga tak luput dari sorotan mahasiswa. Dengan problem yang demikian, langkah konkret apa yang bisa mahasiswa upayakan untuk menyelamatkan lingkungan dari dampak pembangunan?

Asimetris memang membuat mahasiswa sadar diri betapa butanya mereka terhadap isu lokal, sayangnya film ini hanya mengambil sudut pandang dari warga sekitar terkait isu yang diangkat. Asimetris tidak menyertakan bagaimana pihak pabrik menanggapi isu warga sebagai pekerja di kebun kelapa sawit dengan penghasilan pas-pasan, dan pemerintah terkait dampak lingkungan serta perencanaan perluasan wilayah kebun kelapa sawit yang akan ditambah sekitar 9 kali Pulau Bali. Jika hal ini ikut diangkat, asimetris tentu akan lebih berimbang (cover both side).

ArtikelTerkait

Dua Sisi Syawalan Pekalongan: Melestarikan Lopis atau Merawat Nyawa?

Menjelang Lebaran, Menhub Evaluasi Jalur Kereta Api Pekalongan-Sragi Terdampak Banjir

Filosofi Sesaji di Atas Panggung Teater

Lantas, sudahkan Anda melihat solusi apa yang tepat untuk permasalahan demikian?

Tags: diskusiiainpekalonganlpm almizanmahasiswapekalonganpersmahasiswa
Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

17 Juli 2026
Gaung 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Tak Pernah Benar-Benar Tiba di Pekalongan

Gaung 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Tak Pernah Benar-Benar Tiba di Pekalongan

11 Desember 2025
Sunyi di Balik Meja Kerja: Mengintip Celah Pencegahan Kekerasan Seksual di Kantor Publik

Sunyi di Balik Meja Kerja: Mengintip Celah Pencegahan Kekerasan Seksual di Kantor Publik

11 Desember 2025
Rasa Takut, Tantangan Komunikasi, dan Pembentukan Keberanian dalam Presentasi Pertama di Kampus

Rasa Takut, Tantangan Komunikasi, dan Pembentukan Keberanian dalam Presentasi Pertama di Kampus

11 Desember 2025
Di Tengah Gempuran AI, Mampukah Spiritualitas Menyelamatkan Nilai Kemanusiaan?

Di Tengah Gempuran AI, Mampukah Spiritualitas Menyelamatkan Nilai Kemanusiaan?

27 November 2025
Indonesia Katanya Nggak Butuh Ahli Gizi. Lah Terus Prodi Ilmu Gizi Kampus Saya Buat Apa?

Indonesia Katanya Nggak Butuh Ahli Gizi. Lah Terus Prodi Ilmu Gizi Kampus Saya Buat Apa?

17 November 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In