• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Banjir Bandang di Sumatera Bukan Sekadar Bencana Alam

Muhammad Maelal Marom by Muhammad Maelal Marom
14 Desember 2025
in Analisis, Opini
0
Banjir Bandang di Sumatera Bukan Sekadar Bencana Alam

Sumber Foto: Akun Instagram @arnijusmita

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Kurun waktu sepekan ini terlihat dalam sebuah cuplikan video di sosial media memperlihatkan kayu gelondongan hanyut terbawa arus banjir bandang. Kejadian di Sumatera ini menimbulkan keprihatinan publik. Banjir bandang dilaporkan terjadi di sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan dampak yang hampir serupa. Banjir bandang kembali datang membawa kerusakan, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai.

Fenomena ini bukan hanya persoalan curah hujan yang tinggi. Tapi fenomena ini menandakan akan rusaknya ekosistem yang selama ini berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Kehadiran kayu gelondongan menimbulkan pertanyaan, darimana asalnya dan mengapa jumlahnya begitu banyak. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya kerusakan hutan di daerah hulu yang sampai saat ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Secara ekologis Hutan memiliki peran penting sebagai penyerap air hujan dan memperlambat aliran permukaan agar tidak langsung ke hilir. Ketika Hutan dialihfungsikan menjadi perkebunan atau kawasan eksploitasi lainnya, maka kemampuan tanah dalam menahan air menjadi berkurang, sehingga air langsung mengalir ke sungai dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan limpahan air terlalu banyak sehingga banjir di aliran sungai.

Kayu gelondongan pasti tidak muncul begitu saja saat banjir. Keberadaannya menunjukan adanya aktivitas besar di kawasan hulu yang meninggalkan jejak material. Saat banjir bandang terjadi, kayu-kayu tersebut ikut terbawa arus dan meningkatkan daya rusak banjir. Fenomena ini seharusnya menjadi sinyal serius adanya persoalan dalam pengelolaan hutan yang selama ini diabaikan.

Masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan keselamatan jiwa, meskipun tidak pernah terlibat dalam aktivitas pembukaan hutan atau eksploitasi kawasan alam. Ketimpangan ini menunjukkan adanya ketidakadilan ekologis, keuntungan dinikmati segelintir pihak, sementara risiko dan kerugian ditanggung masyarakat luas.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa bencana yang terjadi bukan semata-mata kehendak alam melainkan hasil dari perilaku manusia terhadap lingkungannya. Pemerintah perlu melakukan peninjauan ulang terhadap izin pembukaan lahan di kawasan hulu dan daerah aliran sungai.

ArtikelTerkait

Puluhan Umat Buddha Khidmat Rayakan Tri-Suci Waisak di Vihara Bodhi Dharma

Tradisi Pengantin Tebu dan Pengantin Glepung Meriahkan Selamatan Giling PG Sragi

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kawasan yang berfungsi sebagai penyangga ekologis seharusnya dilindungi, bukan mudah dialihfungsikan demi kepentingan ekonomi jangka pendek. Terlalu permisifnya negara dalam memberikan izin pembukaan lahan dan eksploitasi kawasan hutan memperbesar risiko bencana ekologis. Lemahnya pengawasan dan pengendalian mempercepat kerusakan lingkungan yang dampaknya harus ditanggung oleh masyarakat.

Seharusnya manusia menjaga alam dengan penuh tanggung jawab, karena alam adalah sumber kehidupan yang telah diberikan untuk dijaga, bukan dieksploitasi tanpa batas. Negara seharusnya tidak mudah mengeluarkan perizinan di kawasan hutan yang memiliki fungsi vital bagi kehidupan masyarakat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, banjir bandang dan longsor akan terus terjadi dan menambah daftar korban di berbagai daerah.

Bencana ini juga meninggalkan duka mendalam bagi warga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak. Kesedihan atas korban jiwa, hilangnya rumah, dan rusaknya sumber penghidupan seharusnya menjadi bahan refleksi bersama bahwa alam tidak boleh terus diperlakukan semena-mena.

Sudah saatnya semua pihak, baik negara, perusahaan pemegang konsesi hutan dan lahan, maupun masyarakat, melakukan tobat ekologis dan berhenti membenarkan praktik yang merusak lingkungan demi masa depan bersama sebelum dampaknya semakin luas dan tak bisa diperbaiki.

Penulis: M. Maelal Marom

Editor: Atika Puspita Rini.

Tags: #LPM Al Mizan#UINGusdurbanjir bandang sumatera
Muhammad Maelal Marom

Muhammad Maelal Marom

Related Posts

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026
Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

21 Mei 2026
Mengurai Kontras antara People Pleasing dan Self Love

Mengurai Kontras antara People Pleasing dan Self Love

21 Mei 2026
Prabowo Soal Rupiah Melemah: Warga Desa Tidak Menggunakan Dollar

Prabowo Soal Rupiah Melemah: Warga Desa Tidak Menggunakan Dollar

20 Mei 2026
OSD HMT-ITB Menyanyikan Lagu Erika Memicu Kemarahan Publik

OSD HMT-ITB Menyanyikan Lagu Erika Memicu Kemarahan Publik

12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In