• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Momen Wisuda UIN Gus Dur Jadi Ladang Rezeki Pelaku UMKM

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
5 Mei 2025
in Feature
0
Momen Wisuda UIN Gus Dur Jadi Ladang Rezeki Pelaku UMKM
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Di balik semarak dan gegap gempita acara wisuda di Universitas K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan, terselip kisah perjuangan dan semangat juang dari dua pelaku UMKM yang patut diacungi jempol. Mereka adalah Ahmad Riski Maulana, pemuda 21 tahun asal Pemalang yang menjajakan es teh dan makanan ringan, serta Ibu Lia, pengrajin buket bunga asal Semarang yang berjualan dengan penuh ketekunan.

Riski bukan sekadar pedagang minuman biasa. Demi mendapat tempat strategis dekat Gedung Student Centre, ia rela membayar sewa stand sebesar Rp200.000. Ia berjualan seperti es teh, nasi cokot, milkshake, pop mie, dan aneka minuman sachet. Meski sudah tiga kali ikut berjualan di UIN Gusdur, ia tetap harus berjuang dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi tantangan baik dari jumlah pembeli yang naik turun ataupun persaingan ketat antar pedagang.
Dengan modal informasi dari Google Form yang disebar oleh panitia, ia mendaftar sendiri dan menyiapkan semuanya tanpa bantuan banyak orang.

“Berjualan di stand UMKM UIN Gusdur lumayan menguntungkan karena budget yang dikeluarkan cukup terjangkau,” ujarnya, meski tidak menutupi bahwa berdagang di lapangan membutuhkan kerja keras dan ketahanan mental.

Di sisi lain, ada Ibu Lia, sosok ibu rumah tangga berumur 40 tahun yang penuh kreativitas. Bersama suaminya, ia membuat sendiri buket bunga, buket uang, hingga mahar dengan belajar secara otodidak dari media sosial. Ia bahkan membawa barang-barang jualan dari Semarang ke Pekalongan dan rela menyewa stand di sisi Gedung Fasya seharga Rp150.000.

Yang menarik, buket yang ia jual tak selalu laris manis. Ia pernah hanya mendapat Rp10.000 dalam sehari, namun justru pengalaman itulah yang membentuk ketangguhan mentalnya. “Dulu pernah rugi pas pertama kali berjualan, tapi saya anggap itu proses belajar,” ujar Ibu Lia. Meski begitu, kini ia sudah tiga kali ikut berjualan di UIN Gusdur dan menganggapnya sebagai peluang yang sangat menjanjikan.

Tak hanya berdagang, mereka juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Keduanya menjaga kebersihan stand, memilah sampah, dan mengikuti sistem pembuangan yang sudah ditentukan panitia. Bagi mereka, etika berjualan di kota orang adalah hal yang tak boleh dilupakan karena itu bagian dari tanggung jawab bagi seorang pedagang.

ArtikelTerkait

Puluhan Umat Buddha Khidmat Rayakan Tri-Suci Waisak di Vihara Bodhi Dharma

Tradisi Pengantin Tebu dan Pengantin Glepung Meriahkan Selamatan Giling PG Sragi

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

 

Penulis: Chusma & Naila

Editor: Ika Amiliya

Tags: #LPM Al Mizan#UINGusdurumkmwisuda
Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

Anak yang Mengetuk Pintu Keadilan: Kisah Sunyi di Ruang PPA Saat 16 HAKTP Berlalu Tanpa Suara

Anak yang Mengetuk Pintu Keadilan: Kisah Sunyi di Ruang PPA Saat 16 HAKTP Berlalu Tanpa Suara

11 Desember 2025
Kampanye Tanpa Disengaja: Banjarejo Menghadapi Gelombang Kekerasan Rumah Tangga

Kampanye Tanpa Disengaja: Banjarejo Menghadapi Gelombang Kekerasan Rumah Tangga

11 Desember 2025
Filosofi Sesaji di Atas Panggung Teater

Filosofi Sesaji di Atas Panggung Teater

28 Oktober 2025
Foto by: Muhammad Khasanul Huda

Pasar Batang: Menyelam Perubahan dan Interaksi Masyarakat di Pasar Tradisional

2 Desember 2023
Mafia Jurnal yang Menulis untuk Jalan-Jalan

Mafia Jurnal yang Menulis untuk Jalan-Jalan

18 Oktober 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In